Halut – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, masih tinggi dan berada pada status Level II (Waspada).
Gunung yang terletak di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo ini tercatat sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025 dan aktivitas kembali meningkat sejak tanggal 30 Maret 2026, teramati 199 kali erupsi eksplosif dengan ketinggian kolom erupsi 50 hingga 400 meter dari puncak.
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyatakan, erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 3 April 2026, kolom erupsi yang diamati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan ketinggian antara 1.500 hingga 4.000 meter di atas puncak dengan arah sebaran abu condong ke arah barat laut, sehingga perlu diwaspadai wilayah organisasi dan Kota Tobelo yang berisiko terdampak hujan abu vulkanik.
“Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan,” ucap Lana Saria melalui rilis Kementerian ESDM RI, Sabtu 4 April 2026.
Ia mengatakan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.
“Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan,” ujarnya.
Dijelaskan, aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono. Sementara pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara, diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono yang berlokasi di Desa Mamuya.
“Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Dukono akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak yang berwenang demi keselamatan bersama,” tutupnya.
Sumber: RRI Ternate













Komentar