
Halbar – Pemerintah Desa dan Official FC Mata Merah Idamgamlamo meminta Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Halmahera Barat (Halbar) segera mengevaluasi panitia penyelenggara Mini Soccer Bahtera Cup II serta menghentikan kelanjutan turnamen menyusul meninggalnya salah satu pemain, Jeksan Andri Luma.
Permintaan tersebut disampaikan setelah panitia kembali mengundang FC Mata Merah untuk menghadiri pertemuan terkait kelanjutan turnamen pada Jumat (17/7/2026).
Ketua BPD Desa Idamgamlamo, Daniel Boky, menegaskan pihaknya meminta ASKAB Halbar mengambil langkah tegas terhadap penyelenggaraan turnamen.
“Selaku Official, Pemerintah Desa dan BPD Desa Idamgamlamo kami meminta kepada pihak ASKAB Kabupaten Halmahera Barat agar mengevaluasi pertandingan Mini Soccer Bahtera Cup II dihentikan dan tidak lagi dilanjutkan,” kata Daniel.
Jeksan Andri Luma meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026) setelah terjatuh saat membela FC Mata Merah dalam pertandingan Mini Soccer Bahtera Cup II di Desa Tacici, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat.
Official FC Mata Merah, Felix Takow, mengatakan Jeksan terjatuh dan tidak sadarkan diri pada menit ke-18 pertandingan. Menurutnya, sejumlah pemain langsung memberikan pertolongan pertama di lapangan, termasuk menarik lidah korban agar jalan napas terbuka.
Felix mengaku sempat meminta panitia memberikan penanganan darurat. Namun, menurut keterangannya, respons panitia baru datang sekitar 10 hingga 15 menit kemudian setelah terdengar teriakan dari pemain, official, dan para pendukung.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil pickup milik warga menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo. Di tengah perjalanan, korban dipindahkan ke ambulans yang datang sekitar dua kilometer dari lokasi pertandingan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Setibanya di RSUD Jailolo, tim medis melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR). Namun, nyawa Jeksan tidak dapat diselamatkan.
Sehari setelah kejadian, Rabu (24/6/2026), panitia penyelenggara bersama Ketua Jemaat Bahtera Tacici mendatangi keluarga korban di Idamgamlamo untuk menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Panitia Bahtera Cup II, Resen Dogsama, mengakui panitia tidak menyediakan fasilitas medis maupun tenaga medis di lokasi pertandingan.
Sementara itu, Ketua BPHJ Jemaat Bahtera Tacici, Pdt. Arpidy Balatjai, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan turnamen dan menyebut tidak akan ada lagi penyelenggaraan Bahtera Cup di masa mendatang.
Di sisi lain, perwakilan keluarga korban, Alhendri Fara, meminta agar persoalan tersebut difasilitasi melalui pertemuan yang melibatkan ASKAB Halmahera Barat.
Senada dengan itu, Sekretaris Desa Idamgamlamo, Nortier Banya, sebelumnya juga meminta agar pertandingan dihentikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari ASKAB PSSI Halmahera Barat terkait permintaan evaluasi panitia maupun kelanjutan pelaksanaan Mini Soccer Bahtera Cup II.
Reporter: Pres

































Komentar