Halbar — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyerahkan hasil normalisasi Sungai Kuning dan Acango yang dirangkaikan dengan penanaman padi perdana serta pembagian sembako kepada masyarakat di Kecamatan Jailolo, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Taboso ini melibatkan masyarakat dan kelompok tani dari empat desa, yakni Taboso, Lolori, Gamtala, dan Hoku-hoku.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Aster Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Tunjung Setyabudi, Paban II/Opster Kolonel Mar Hertanto, Kasi Ter Kasrem 152/Baabullah Kolonel Arm La Ode Irwan Halim, Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf Jani Setiadi, Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad, Sekda Provinsi Maluku Utara Hi. Syamsuddin, serta unsur Forkopimda lainnya.
Brigjen TNI Tunjung Setyabudi menyampaikan bahwa normalisasi sungai yang telah dilaksanakan sejak Januari ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor sumber daya air dan lingkungan.
“Normalisasi Sungai Kuning dan Acango ini bertujuan mengembalikan kapasitas aliran sungai, mengurangi risiko banjir, serta memperbaiki ekosistem di bantaran sungai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan sepanjang kurang lebih 7.000 meter diharapkan mampu memperlancar drainase, mencegah erosi dan pendangkalan, serta membuka kembali lahan pertanian masyarakat.
Sekda Provinsi Maluku Utara Hi. Syamsuddin mengapresiasi langkah Kogabwilhan III yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan aktivitas pertanian masyarakat.
“Dengan aliran sungai yang kembali normal, petani dapat beraktivitas lebih optimal,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad menyatakan pemerintah daerah akan mendorong petani segera memanfaatkan lahan yang telah kembali produktif guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Seorang petani setempat mengaku bersyukur atas normalisasi tersebut. “Sekarang kami bisa kembali mengolah sawah dan bercocok tanam seperti dulu,” tuturnya.
Reporter: Tiklas B



































Komentar