GMNI Malut Soroti Proyek Jalan Subaim Diduga Minim Pengawasan

Haltim – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara menyoroti proyek jalan hotmix menuju Pelabuhan Feri Subaim di Kecamatan Wasile. Sorotan tersebut disampaikan pada Jumat setelah muncul laporan kerusakan jalan di area depan gerbang pelabuhan yang baru dikerjakan.

Proyek jalan tersebut diketahui dikerjakan oleh pihak kontraktor CV Tunggal Jaya dengan anggaran bersumber dari APBD Perubahan daerah. Namun, kondisi jalan dilaporkan mengalami kerusakan meskipun usia pekerjaan tersebut masih tergolong baru sejak selesai dilaksanakan.

Wakil Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Asrul, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya sebagai organisasi mahasiswa. Ia menilai kerusakan dini tersebut mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan teknis maupun kualitas pekerjaan di lapangan.

Selain itu, Asrul juga menyoroti aspek pengawasan dari instansi terkait yang dinilai belum berjalan secara maksimal selama proses pekerjaan berlangsung. Menurutnya, pengawasan yang ketat seharusnya dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kami melihat ini sebagai bentuk kelalaian serius. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp3,3 miliar harus diawasi ketat agar hasilnya berkualitas,” ujar Asrul.

Ia juga meminta agar instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut untuk memastikan semua prosedur telah dijalankan. Termasuk di dalamnya melakukan pemeriksaan terhadap pihak kontraktor pelaksana guna mengetahui penyebab kerusakan yang terjadi di lapangan.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran atau indikasi penyimpangan, maka harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya. Selain evaluasi, GMNI Maluku Utara juga meminta adanya transparansi dari dinas terkait kepada masyarakat terkait proses proyek tersebut.

Transparansi tersebut meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan agar publik mengetahui secara jelas penggunaan anggaran daerah. Hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor CV Tunggal Jaya maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan tersebut. Wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari pihak yang berkepentingan.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar