
Ternate — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Halmahera Tengah (Halteng), beredar flyer dengan narasi menyerang Bupati Ikram M Sangaji (IMS).
Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari internal Golkar, salah satunya dari Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 1957) Maluku Utara (Malut)
Menurut Ketua BMK 1957 Malut, M. Wildan, serangan flyer media sosial yang memuat narasi provokatif tersebut adalah wujud dari kepanikan politik dari pihak-pihak yang berpemikiran eksklusif.
Menurutnya, pihak yang menyerang Bupati IMS adalah orang-orang yang tidak memahami partai Golkar dan mencoba mereduksi Partai Golkar dari partai yang bersifat terbuka atau inklusif menjadi partai yang eksklusif.
Wildan menegaskan, provokasi dengan narasi sektarian merupakan bentuk ketidakpahaman para pembuat flyer tersebut atas budaya politik Partai Golkar.
Menjadi ketua DPD partai Golkar, Kata Wildan, adalah bentuk dari pengabdian sebagai kader Partai bukan karena berorientasi kekuasaan semata.
“Mereka yang membuat flayer harus bisa membedakan antara orientasi kekuasaan dan pengabdian seorang kader partai, sehingga tidak perlu cemas serta panik,” ujar Wildan.
“Partai Golkar itu punya mekanisme sirkulasi kekuasaan tersendiri,” lanjutnya. Jum’at (16/10/2026).
Lebih lanjut ia mengatakan, majunya IMS sebagai calon Ketua DPD Golkar Halteng, adalah bentuk respon atas usulan, serta pendapat politik yang berkembang di kalangan kader Partai Golkar Halteng, bukan semata-mata keinginan pribadi.
Reporter: Pres































Komentar