Siap Gebrak FTJ 2026, TEKAD Halbar Bakal Tampilkan 15 Produk Olahan Desa

Wisata Nasional293 Dilihat
Produk Lokal dari Program TEKAD Halbar, (Foto:TD/HM).

Halbar – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Halmahera Barat siap meramaikan Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 dengan menampilkan 15 produk olahan pangan unggulan hasil karya masyarakat desa binaan.

Produk-produk tersebut akan dipamerkan selama pelaksanaan FTJ pada 17–20 Juni 2026 di kawasan Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat.

Fasilitator Pemasaran TEKAD Halbar, Abubakar Abiad, mengatakan seluruh produk yang akan dipamerkan merupakan hasil pendampingan terhadap kelompok ekonomi desa di lima kecamatan melalui kegiatan Demplot dan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD).

Menurutnya, keikutsertaan dalam FTJ menjadi peluang strategis untuk memperluas akses pasar, memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas, sekaligus membuka peluang kemitraan dan investasi bagi pelaku usaha desa.

“Momentum FTJ merupakan etalase terbaik bagi produk-produk desa. Target kami bukan hanya penjualan selama festival, tetapi juga mendapatkan mitra pasar dan investor. FTJ menjadi ruang untuk menguji respons konsumen sebelum produk masuk ke jaringan ritel yang lebih luas,” ujar Abubakar dalam keterangan rilis resmi yang diterima media ini, Sabtu, (13/6/2026).

Salah satu produk yang akan diperkenalkan adalah Keripik Salak asal Desa Tongute Goin. Pelaku usaha Keripik Salak, Femmy Marry, mengaku optimistis produk olahannya dapat diterima pasar setelah mendapat pendampingan dari TEKAD.

“Dulu salak hanya dijual dalam bentuk buah segar dengan harga yang relatif rendah. Kini kami sudah mampu mengolahnya menjadi keripik. Ke depan kami berharap mendapat dukungan promosi dan akses pasar yang lebih luas sehingga bisa mengembangkan produk turunan lainnya,” kata Femmy.

Fasilitator Kecamatan yang mendampingi kelompok usaha tersebut, Inaya Argam, menjelaskan bahwa tantangan utama produk baru adalah membangun kepercayaan konsumen. Karena itu, pendampingan TEKAD difokuskan pada penguatan promosi dan perluasan jaringan pemasaran.

“Potensi pengembangan produk ini sangat besar. Dengan variasi produk turunan yang terus dikembangkan, kami optimistis kelompok usaha mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selama festival berlangsung, TEKAD Halbar juga akan membuka stan khusus bertema “Dari Desa untuk Nusantara.” Stan tersebut akan menjadi pusat edukasi sekaligus ruang interaksi antara pelaku usaha desa dengan masyarakat dan calon mitra usaha.

Selain memamerkan produk, TEKAD juga menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Barat dan Provinsi Maluku Utara, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, serta Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya legalitas dan standarisasi produk, seperti PIRT, sertifikasi halal, dan BPOM.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korkab) TEKAD Halbar, Amin Raden, S.Sos., menegaskan bahwa partisipasi dalam FTJ 2026 merupakan bagian dari strategi hilirisasi ekonomi desa yang terus didorong pemerintah.

“Kita ingin masyarakat desa tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam industri pengolahan pangan yang menghasilkan nilai tambah lebih besar,” tegas Amin.

Ia menambahkan, pengembangan produk olahan desa diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Beli satu bungkus produk berarti ikut menjaga ekonomi lima rumah tangga di desa. Itu yang ingin kami kampanyekan melalui FTJ tahun ini,” pungkasnya.

Adapun 15 produk olahan desa yang akan dipamerkan meliputi Makron Halmahera dan Stik Udang Vaname dari Tuada, Abon Ikan Saria, Kacang Karang dan Kacang Sangrai Arujaya, Keripik Singkong Akelaha dan Tuguaer, Keripik Batatas Adu dan Ngawet, Sagu Lempeng Marimabati, Tepung Popeda Tabobol dan Tabadamai, Sagu Kasbi Sukamadai, Selada Hidroponik Guarmadu, serta Keripik Salak Tongute Goin.


Reporter: Pres

nama-iklan

Komentar