Penjelasan Kadisparpora Halbar tentang FTJ tahun 2026 Goes To Dodinga

Wisata Nasional44 Dilihat
Plt. Kadisparpora Halbar, Reinhard Bunga, S.Pd., M.Pd (Foto:RB/HM).

Halbar – Pelaksanaan Festival Teluk Jailolo tahun 2026 akan menghadirkan nuansa baru dengan dipusatkannya kegiatan di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan. Keputusan ini merupakan langkah strategis yang diambil Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) untuk memastikan penyelenggaraan festival tetap berkualitas, efisien, dan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan sektor pariwisata daerah.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk memperluas pengembangan destinasi wisata sekaligus menghadirkan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Reinhard Bunga, S.Pd., M.Pd selaku Plt. Kadisparpora Halbar menjelaskan, pemindahan lokasi festival dari pusat kota ke Dodinga tidak sekadar pergantian tempat pelaksanaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kawasan wisata baru yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan lingkungan.

“Pemkab Halbar menilai Dodinga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Reinhard pada medi ini melalui siaran persnya, Jumat (5/6).

Melalui FTJ 2026, Dodinga akan diperkenalkan sebagai pintu masuk pengembangan Wisata Sejarah Wallace. Konsep ini mengangkat jejak penelitian naturalis dunia, Alfred Russel Wallace, yang pernah melakukan penelitian di kawasan Maluku dan Halmahera.

“Warisan sejarah tersebut dinilai memiliki nilai edukasi, konservasi, dan ilmu pengetahuan yang kuat untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata internasional” tambahnya.

Penyelenggaraan FTJ di Dodinga juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kementerian menilai pengangkatan tema Wallace merupakan langkah tepat karena membawa Festival Teluk Jailolo ke level yang lebih luas.

“FTJ Goes to Dodinga” tidak lagi hanya berbicara pada skala nasional, melainkan memiliki potensi menjangkau pasar iinternasional,” ungkapnya.

Penguatan narasi sejarah Wallace dinilai mampu menarik perhatian wisatawan, peneliti, akademisi, hingga komunitas pecinta lingkungan dari berbagai negara.

Selain menjadi ajang promosi budaya, FTJ 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di Halbar.

Kehadiran festival diyakini dapat membuka peluang usaha masyarakat, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Dodinga kepada khalayak yang lebih luas.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa Festival Teluk Jailolo terus bertransformasi sebagai instrumen pembangunan. Festival tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga sarana memperkuat sektor pariwisata, memperluas manfaat ekonomi masyarakat, dan menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing.

“Festival Teluk Jailolo 2026 di Dodinga adalah investasi masa depan,” tambahnya Rein sapaan akrabnya.

Lanjut Rein, “Kita tidak hanya menyelenggarakan sebuah festival, tetapi sedang membangun fondasi destinasi wisata baru yang akan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat Halbar dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Dengan konsep tersebut, FTJ 2026 diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata berbasis sejarah Wallace, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.


Reporter: Pres

nama-iklan

Komentar