Ternate – Wacana pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) HIPMI Provinsi Maluku Utara (Malut) semakin memanas di tengah konflik internal organisasi yang belum juga menemukan titik penyelesaian.
Perseteruan yang terjadi sejak Musyawarah Daerah (Musda) pertama di Hotel Sahid Bela pada Desember lalu hingga kini dinilai masih menyisakan ketegangan di antara kubu-kubu yang berseteru. Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi memicu konfrontasi terbuka apabila Musdalub tetap digelar tanpa penyelesaian menyeluruh terhadap akar persoalan yang telah berlangsung hampir satu tahun terakhir.
Salah satu pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI yang enggan disebutkan namanya mengatakan, konflik berkepanjangan di tubuh organisasi pengusaha muda Maluku Utara itu telah menimbulkan krisis kepemimpinan.
Menurutnya, baik kubu pendukung Rio Pawane maupun kubu eks pendukung Firdaus Amir hingga kini belum berhasil dimediasi secara tuntas oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Ia menilai langkah organisatoris harus segera ditempuh apabila proses mediasi terus menemui jalan buntu.
“HIPMI Malut ini sudah tiga kali Musda, sekarang mau Musdalub. Ini berarti konfliknya cukup dalam. Kalau tidak diambil langkah organisatoris, forum Musdalub pasti alot dan bisa terjadi lagi konfrontasi terbuka seperti Musda pertama di Hotel Bela,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).
Ia juga menyoroti dugaan buruknya tata kelola organisasi oleh oknum pengurus BPD HIPMI Malut sebelumnya. Menurut dia, sikap pragmatis dan orientasi jangka pendek menjadi salah satu penyebab konflik terus berulang.
Akibatnya, kata dia, sejumlah pengurus HIPMI di tingkat kabupaten/kota merasa tidak mendapatkan perhatian maupun kehadiran organisasi di tingkat provinsi.
“Aktor-aktor ini yang selama ini bikin rusak HIPMI Malut, sekarang dorang masuk jadi pengurus BPP, ikut cawe-cawe di Musdalub, dorong kandidat dan lain-lain,” katanya.
Ia menegaskan, selama pihak-pihak tersebut masih terlibat dalam proses Musdalub, konflik internal HIPMI Malut diperkirakan akan terus berlanjut dan berpotensi semakin rumit.
“Selama dorang ini terlibat, konflik ini tidak akan selesai dan tambah kacau,” lanjutnya.
Karena itu, ia berharap BPP HIPMI melalui tim caretaker dapat menyiapkan langkah dan opsi penyelesaian yang mampu menjamin pelaksanaan Musdalub berjalan aman, kondusif, serta mampu menyatukan seluruh BPC HIPMI kabupaten/kota di Maluku Utara.
Reporter: Pres


































Komentar