Halbar — Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Halmahera Barat, Oxtorus Seda, menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Maluku Utara, Jumat (3/4/2026).
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas berkembangnya narasi provokatif yang dinilai dapat merusak persatuan serta keharmonisan antarumat beragama.
Dalam keterangannya, Oxtorus menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang dibangun di atas fondasi keberagaman dan nilai-nilai toleransi. Karena itu, setiap upaya yang mengarah pada perpecahan harus dilawan dengan semangat persaudaraan, dialog, serta sikap saling menghormati.
“Kami menolak keras segala bentuk provokasi berbasis SARA di Maluku Utara. Perbedaan adalah kekuatan bangsa, bukan alasan untuk terpecah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemuda Katolik Komcab Halbar mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Warga diminta tidak menyebarkan berita hoaks, serta selalu mengedepankan klarifikasi dan verifikasi sebelum mempercayai suatu informasi.
Selain itu, organisasi ini juga mengajak tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat dialog lintas agama. Langkah ini dinilai penting guna menjaga stabilitas sosial serta mencegah potensi konflik yang tidak diinginkan.
“Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemuda Katolik Komcab Halmahera Barat akan terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang mendorong persatuan. Mereka juga menegaskan kesiapan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Tiklas Babua
































Komentar