Iran Selatan – Komunitas Yahudi di kota Shiraz, Iran Selatan, mengatakan bahwa bangsa Iran lebih bertekad dari sebelumnya untuk membuat para penjahat membayar atas darah para martir.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (5/3/2026), komunitas Yahudi di Shiraz menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada bangsa Iran atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, di tangan rezim Israel dan Amerika Serikat.
Masyarakat menggambarkan almarhum Pemimpin sebagai “teladan sejati dalam hal iman dan keberanian” serta sebagai “pemimpin tunggal di garis depan pertempuran” melawan musuh.
Mereka juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para komandan berpangkat tinggi serta warga sipil biasa, termasuk anak-anak, yang menjadi martir selama agresi AS-Israel yang sedang berlangsung.
“Tidak diragukan lagi bahwa tindakan agresi yang bermusuhan ini yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis yang jahat tidak akan dibiarkan begitu saja dan, seperti biasa, akan ditanggapi dengan respons yang tegas oleh Angkatan Bersenjata Iran,” bunyi pernyataan tersebut.
Koalisi militer AS-Israel melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap Iran pada Sabtu pagi, membunuh Pemimpin Revolusi Islam dan beberapa anggota keluarganya.
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan angkatan darat telah melancarkan lebih dari selusin gelombang serangan besar-besaran terhadap aset militer AS di negara-negara regional dan target di wilayah pendudukan Israel sejak Sabtu.
Tindakan balasan yang keras tersebut telah memaksa AS untuk menutup kedutaan besarnya di beberapa negara Asia Barat sekaligus menginstruksikan warga negaranya untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Angkatan bersenjata Iran telah bersumpah untuk melanjutkan operasi pembalasan mereka sampai musuh dihukum karena melanggar garis merah Iran.
Sumber: Presstv.ir












Komentar