Harga BBM Awal Maret, Pertamax di Malut Alami Penyesuaian

Pertamina Malut22 Dilihat

Ternate – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di seluruh SPBU Indonesia mulai Senin, 2 Maret 2026. Peningkatan ini melibatkan sejumlah badan usaha penyedia energi seperti Pertamina, Shell, BP dan Vivo. Perubahan harga tersebut dilakukan mengikuti dinamika pasar minyak dunia serta kondisi ekonomi global terkini.

PT Pertamina Persero juga menyesuaikan harga beberapa produk BBM nonsubsidi yang dipasarkan melalui SPBU resminya. Penyesuaian tersebut merupakan implementasi kebijakan pemerintah terkait formula dasar harga bahan bakar minyak nasional. Kebijakan ini mengacu pada keputusan menteri energi mengenai mekanisme perhitungan harga penjualan eceran BBM umum.

Data resmi menunjukkan Pertamax RON 92 kini dijual seharga Rp12.300 per liter. Harga tersebut naik dari periode Februari yang sebelumnya berada pada kisaran Rp11.800 per liter. Peningkatan serupa juga terjadi pada produk Pertamax Green dengan nilai jual baru yang lebih tinggi.

Pertamax Green RON 95 kini dipasarkan sekitar Rp12.900 per liter. Sebelumnya produk tersebut dijual sekitar Rp12.450 per liter. Penyesuaian ini menandakan tren kenaikan harga bahan bakar beroktan tinggi di pasar domestik nasional saat ini.

Produk Pertamax Turbo juga mengalami penyesuaian harga menjadi Rp13.100 per liter. Harga sebelumnya tercatat sekitar Rp12.700 per liter pada bulan Februari. Kondisi ini menunjukkan tren konsistensi kenaikan harga pada berbagai varian bahan bakar nonsubsidi nasional terkini.

Jenis solar nonsubsidi Dexlite kini dijual sekitar Rp14.200 per liter. Harga tersebut meningkat dari sebelumnya Rp13.250 per liter. Pertamina Dex juga naik menjadi Rp14.500 per liter pada penyesuaian terbaru.

Di Maluku Utara harga Pertamax naik dari Rp12.100 menjadi Rp12.600 per liter. Dexlite di wilayah tersebut naik dari Rp13.550 menjadi Rp14.500 per liter. Angka ini berdasarkan informasi resmi publikasi harga BBM SPBU wilayah Maluku Utara periode Maret tahun ini.

Subsidi BBM seperti Pertalite dan BioSolar dilaporkan tetap stabil tanpa perubahan harga pada periode yang sama. Pemerintah mempertahankan tarif tersebut guna menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas distribusi energi nasional. Kebijakan stabilisasi ini menjadi perhatian masyarakat di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi nasional awal Maret.

Pengamat menilai tren kenaikan harga BBM berpotensi mempengaruhi biaya logistik dan tarif transportasi masyarakat. Meski demikian masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan bahan bakar serta menyesuaikan pengeluaran kebutuhan harian. Penyesuaian harga energi diharapkan tetap terkendali agar stabilitas ekonomi nasional terus terjaga secara berkelanjutan ke depan.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar