Menlu Iran: Pembantaian di Sekolah dalam Agresi Israel Terbaru Tidak akan Dibiarkan Begitu Saja

Timur Tengah37 Dilihat

Iran – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengutuk pembantaian puluhan siswi tak berdosa dalam serangan Israel terhadap sebuah sekolah dasar di provinsi Hormozgan selatan, dan menekankan bahwa kejahatan keji tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.

“Bangunan yang hancur itu adalah sekolah dasar putri di selatan Iran. Sekolah itu dibom di siang bolong, saat penuh dengan murid-murid muda,” tulisnya di platform media sosial X pada Sabtu malam, sambil mengunggah foto sekolah yang hancur akibat bom tersebut.

Dia menambahkan, “Puluhan anak tak berdosa telah dibunuh di lokasi ini saja.”

Diplomat senior Iran itu menegaskan bahwa kejahatan-kejahatan ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.

Pejabat setempat mengatakan setidaknya 82 siswi tewas dan 92 lainnya terluka dalam agresi gabungan AS-Israel terhadap Sekolah Shajareye Tayyebeh di Minab.

Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengatakan operasi penyelamatan dan bantuan sedang berlangsung di sekolah tersebut dan situasi keamanan di kota itu terkendali.

Serangan terhadap sekolah tersebut merupakan bagian dari agresi gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada Sabtu pagi.

Seperti halnya agresi bulan Juni, serangan itu dilancarkan di tengah pembicaraan diplomatik mengenai program nuklir Teheran.

Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran sebagai balasan, menargetkan wilayah yang diduduki Israel dan pangkalan militer Amerika di seluruh wilayah tersebut.

Agresi Israel-Amerika terjadi di tengah-tengah pembicaraan nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington, yang dimediasi oleh pemerintah Oman.

Sebelumnya pada hari Sabtu, dalam sebuah wawancara dengan NBC News, ia menegaskan bahwa “perubahan rezim” di Republik Islam Iran adalah “misi yang mustahil.”

Diplomat tertinggi Iran mengatakan bahwa Republik Islam adalah “bangsa besar dengan peradaban yang luar biasa” yang telah bertahan selama ribuan tahun.

“Kami tahu bagaimana membela diri dan kami akan bertahan,” katanya kepada saluran berita AS, menambahkan bahwa begitu agresi berhenti, Iran juga akan berhenti membela diri.


Sumber: presstv.ir

nama-iklan

Komentar