Teheran – Perang agresi AS-Israel terhadap Republik Islam Iran memasuki hari ke-19 pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan warga sipil dan infrastruktur sipil menanggung dampak terberat dari serangan tersebut.
Perang tanpa provokasi dan ilegal ini dilancarkan pada 28 Februari, di tengah perundingan nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington, ketika Amerika Serikat dan rezim Israel melakukan serangan tanpa pandang bulu di berbagai provinsi Iran, termasuk Teheran.
Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer berpangkat tinggi, dibunuh dalam gelombang pertama agresi pengecut tersebut.
Pada hari-hari berikutnya, angkatan bersenjata Iran memberikan pukulan berat kepada musuh melalui operasi pembalasan yang dahsyat di bawah panji ‘Operasi Janji Sejati 4’.
Para penyerang kemudian memperluas serangan mereka ke infrastruktur sipil di seluruh negeri, menargetkan rumah sakit, sekolah, situs warisan budaya, serta fasilitas minyak dan air.
Menurut Kementerian Kesehatan Iran, angka terbaru per hari Rabu adalah sebagai berikut:
Martir perempuan: 227
Para martir di bawah usia 18 tahun: 206
Para martir di bawah usia 5 tahun: 13
Para pembela kesehatan:
Jumlah martir terbanyak: Teheran dan Hormozgan
Jumlah perempuan yang terluka: 3.329
Anak di bawah 18 tahun mengalami cedera:
Jumlah anak di bawah 2 tahun yang terluka: 51
Petugas kesehatan nasional terluka: 101
Jumlah individu yang saat ini dirawat di rumah sakit: 1.111
Jumlah pasien yang dirawat & dipulangkan: 19
Pusat kesehatan yang rusak: 180
Pusat medis yang rusak: 37
Jumlah pangkalan darurat yang rusak: 47
Rumah sakit yang dievakuasi: 6
Ambulans yang rusak: 36
Jumlah Operasi yang Dilakukan: 800
Sumber: Presstv.ir




































Komentar