Keripik Salak Tongute Goin Siap Debut di Festival Teluk Jailolo 2026

Hiburan, Kuliner137 Dilihat
Kelompok Demplot olahan Keripik Salak Desa Tongute Goin, (Foto:Naya/HM).

Halbar – Kelompok KPB Demplot Desa Tongute Goin, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, berhasil menghadirkan inovasi produk olahan salak berupa keripik salak yang akan diperkenalkan secara perdana pada ajang Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 di Kawasan Histori Dodinga, 17–20 Juni mendatang.

Produk tersebut merupakan hasil pengembangan usaha berbasis teknologi yang difasilitasi melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Melalui dukungan peralatan modern, kelompok mampu menghasilkan keripik salak dengan kualitas yang lebih baik dan sesuai standar pasar.

Ketua KPB Demplot Tongute Goin, Femmy Marry, mengatakan keberhasilan produksi keripik salak merupakan tindak lanjut dari pengetahuan yang diperolehnya saat mengikuti Farmer to Farmer Visit Program TEKAD di Bali.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ilmu dan pengalaman yang saya peroleh saat mengikuti Farmer to Farmer Visit Program TEKAD di Bali,” ujar Femmy pada Senin, (15/6/2026) di Tongute.

Ia menjelaskan, kelompoknya sempat mengalami lima kali kegagalan dalam proses produksi. Namun, berkat pendampingan fasilitator TEKAD dan evaluasi berkelanjutan terhadap penggunaan mesin, percobaan keenam berhasil menghasilkan keripik salak yang renyah dan berkualitas.

“Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan teknis pada penggunaan mesin hingga percobaan keenam berhasil menghasilkan keripik yang renyah dan berkualitas,” katanya.

Saat ini, kelompok KPB Demplot Tongute Goin telah dibekali sejumlah peralatan pengolahan modern, seperti mesin vacuum frying, mesin pengering minyak (spinner), serta berbagai peralatan pendukung produksi lainnya. Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan produk memiliki tekstur renyah, warna yang tetap terjaga, dan kualitas yang lebih kompetitif.

Fasilitator Kecamatan Program TEKAD Halmahera Barat, Inayah Argam, mengatakan penerapan teknologi pengolahan modern merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk desa sekaligus bentuk nyata transfer pengetahuan dan teknologi yang didorong Program TEKAD.

Menurutnya, integrasi teknologi vacuum frying dan peralatan modern lainnya diharapkan mampu menjadikan keripik salak sebagai produk unggulan Desa Tongute Goin yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“FTJ sebagai media perdana kami menyapa pasar. Ini bukti desa mampu berinovasi melalui potensi sumber daya lokal yang mereka miliki,” ujar Inayah.

Keberhasilan KPB Demplot Tongute Goin diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok usaha desa lainnya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat perdesaan.


Reporter: Pres

nama-iklan
Hubungi Bagian Iklan, untuk promosi perusahaan anda atau produk anda disini. Iklan (Ibu Vivi) 081244135469

Berita Terkait Lainnya

Komentar