Teheran – Kementerian Intelijen Iran mengatakan telah mengidentifikasi dan menangkap 18 tentara bayaran dari saluran televisi teroris “Iran International”.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/3/2026), kementerian tersebut mengatakan bahwa para tahanan, yang bekerja untuk jaringan media afiliasi Israel, Iran International, telah mengirimkan foto-foto tempat-tempat yang dibom oleh musuh Amerika-Israel dan lokasi para pekerja bantuan darurat serta tim penyelamat dan pertolongan kepada saluran tersebut.
Ditambahkan pula bahwa tindakan hukum telah diluncurkan terhadap 21 tentara bayaran lainnya, dan menekankan bahwa prosedur akan terus berjalan dengan tegas.
Kementerian tersebut memperingatkan bahwa mereka yang bertindak sebagai “kolom kelima” musuh selama masa perang akan menerima hukuman terberat sesuai dengan pemberitahuan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan undang-undang mengenai intensifikasi pertempuran melawan rezim Israel.
Amerika Serikat dan Israel memulai babak baru agresi militer ilegal terhadap Iran pada 28 Februari, sekitar delapan bulan setelah mereka melakukan serangan tanpa provokasi terhadap negara tersebut.
Serangan-serangan tersebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, ratusan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, serta beberapa komandan militer.
Iran mulai dengan cepat membalas serangan tersebut dengan melancarkan rentetan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke wilayah yang diduduki Israel serta ke pangkalan-pangkalan AS di negara-negara regional.
Sumber: Presstv.ir




































Komentar