Teheran – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menggarisbawahi tekad Iran untuk melindungi kedaulatannya dalam menghadapi agresi Amerika-Israel yang tidak beralasan dan terus berlanjut yang menargetkan wilayah negara tersebut.
Diplomat senior tersebut menyampaikan pernyataan itu dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Malaysia, Mohamad Hasan, pada Rabu (25/3/2026), di mana diplomat senior itu menyinggung serangan mematikan para agresor terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil Iran, termasuk daerah pemukiman, sekolah, dan rumah sakit, selama agresi yang dimulai akhir bulan lalu.
“Iran membela kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya dengan kekuatan penuh,” tegas Araghchi.
Dia juga menunjuk pada serangan balasan Republik Islam yang menargetkan pos-pos dan kepentingan Amerika di seluruh wilayah tersebut.
Menurut menteri luar negeri Iran, meskipun Republik Islam tetap berkomitmen pada hubungan persahabatan dan hubungan bertetangga baik dengan negara-negara regional, penggunaan wilayah mereka oleh Amerika Serikat dan rezim Israel untuk operasi militer terhadap negara tersebut telah membuat Teheran tidak punya pilihan lain selain bertindak sesuai dengan haknya untuk membela diri dan menyerang objek musuh di negara-negara yang membantu para agresor.
Seruan untuk tanggung jawab regional
Araghchi menekankan bahwa negara-negara di kawasan itu harus mencegah penggunaan terus-menerus lahan dan fasilitas mereka untuk serangan terhadap Iran.
“Tuntutan hukum, etika, dan Islami dari rakyat Iran kepada negara-negara di kawasan adalah untuk mencegah penyalahgunaan wilayah dan sumber daya mereka secara terus-menerus oleh AS dan rezim Israel untuk agresi brutal terhadap negara Muslim tetangga.”
Langkah-langkah terkait Selat Hormuz disorot
Pejabat tersebut juga membahas dampak agresi ilegal terhadap stabilitas regional dan keamanan maritim, khususnya di Selat Hormuz.
“Ketidakamanan yang ditimbulkan di Selat Hormuz adalah akibat langsung dari agresi militer AS dan Israel,” katanya, seraya mencatat bahwa Republik Islam telah mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan hukum internasional untuk mempertahankan kedaulatannya di jalur perairan tersebut.
Araghchi merujuk pada tindakan Iran yang menutup selat strategis tersebut bagi kapal-kapal musuh dan kapal-kapal milik negara-negara yang berkolaborasi dengan pihak lawan sebagai pembalasan atas agresi tersebut.
“Kapal-kapal lain dapat melintas dengan aman melalui selat tersebut, asalkan mereka berkoordinasi dengan otoritas berwenang Iran.”
Malaysia mengutuk agresi dan menyerukan de-eskalasi.
Sementara itu, Hasan menegaskan kembali sikap Malaysia yang mengutuk agresi terhadap Iran dan menekankan perlunya mengurangi ketegangan dan memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.
Ia juga menyampaikan belasungkawa dan menyatakan solidaritas kepada Republik Islam atas gugurnya warga negaranya selama kekejaman Amerika-Israel.
Sumber: Presstv.ir













Komentar