Lebanon – Pasukan Hezbollah telah melancarkan sejumlah operasi perlawanan baru, menyerang pangkalan-pangkalan Israel, peralatan militer, dan kumpulan tentara jauh di dalam wilayah pendudukan.
Dalam serangkaian pernyataan, gerakan perlawanan Lebanon mengatakan pada Minggu 15 Maret 2026, bahwa pasukannya berhasil menyerang pangkalan udara Pilmakhim di selatan Tel Aviv, 140 kilometer dari perbatasan Lebanon, dengan sebuah rudal.
Serangan yang terjadi pada Minggu pagi itu dilaporkan menimbulkan kerugian besar pada pasukan Israel dan merusak peralatan militer.
Sejumlah kendaraan lapis baja Israel dan kumpulan tentara menjadi sasaran rentetan serangan drone selama operasi yang dilakukan oleh pejuang perlawanan di daerah Khullah al-Uqsa di pinggiran kota perbatasan al-Oddesah, tambah gerakan perlawanan tersebut.
Dalam operasi lain, Hizbullah juga menargetkan sistem pertahanan Israel dengan rentetan rudal di daerah Maalot di wilayah pendudukan. Sementara itu, kompleks manufaktur senjata milik perusahaan Rafael dihantam di utara kota Kiryat.
Selain itu, rentetan roket juga menargetkan posisi militer di kota Naharia di bagian utara wilayah pendudukan.
Hezbollah mulai melancarkan operasi pembalasan awal bulan ini setelah Israel menyerang Lebanon selatan dan timur setiap hari, yang melanggar gencatan senjata November 2024.
Ratusan warga Lebanon, sebagian besar warga sipil, telah tewas sejak saat itu.
Sumber: Presstv.ir




































Komentar