Harga Sejumlah Komoditas Pangan pada Minggu ini Belum Begitu Melonjak

Ternate – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Dufa-dufa, Kelurahan Dufa-Dufa, dan Pasar Barito, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, saat ini belum mengalami kenaikan dalam signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan hanya terjadi pada beberapa kebutuhan pokok seperti cabai, dan ikan cakalang besar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Dufa-Dufa, untuk Wilayah Utara, Anhar Ibrahim, mengatakan harga beras pada minggu lalu masih rata-rata harga normal, namun pada minggu ini beras merek Garuda Mas naik per kilo menjadi Rp18.000 dari Rp17.000/kilo.

“Kalau minggu lalu harga beras jenis bulog 1 kilo 13.000, beras putri solo perkilo Rp17.000, Bola Mas 1kilo Rp19.000, Fag Spesial 1kilo Rp18.000, Bibir Merah 1kilo Rp18.000, WTB AAA per kilo Rp16.000, beras Garuda Mas dari Rp17.000/kilo menjadi Rp18.000. Sedangkan Beras ketan disejumlah pasar saat ini masih bertahan diharga di Rp30.000/kilo,” kata Anhar saat ditemui di ruang kerjanya di UPTD Pasar Dufa-Dufa, Ternate Utara, Kamis (27/8/2026).

Untuk harga gula pasir dan gula aren masih bartahan dikisaran normal. Sedangkan minyak goreng, tepung terigu, mentega, susu kental manis, susu bubuk, garam, sabun cuci, sabun mandi, air aqua, sabun detergen, harganya pada minggu lalu sampai pada minggu ini masih dalam tataran normal.

“Bahan pokok masyarakat di tiga pasar yang ada di kota Ternate masih dalam tataran masih harga normal. Tidak ada perubahan kenaikan dari minggu lalu hingga minggu ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anhar juga membeberkan harga pangan seperti cabe keriting dan cabe rawit yang pada minggu ini agak sedikit lonjakan. Semula harga cabe keriting masih bertahan di angka Rp75.000/kilo kini menjadi Rp90.000/kilo. Sedangkan cabe rawit pada minggu lalu masih bertahan di harga Rp90.000/kilo, kini melonjak naik menjadi Rp100.000/kilo.

“Rata-rata cabe keriting naik diatas 20%, dan cabe rawit naik diatas 11,11%. Padahal di Minggu lalu kedua cabe ini tidak berubah harganya. Saya prediksi kemungkinan akibat pengaruh cuaca kemarau yang berkepanjangan sehingga petani juga kesulitan untuk panen,” bebernya.

Dia juga mengungkapkan bahwa sayur mayur saat ini dipasar Dufa-Dufa masih belum ada lonjakan kenaikan yang berarti. ” Kalau sayur bayam, kakung, kol dan wortel, tidak ada perubahan kenaikan. Hanya saja sayur tomat pada minggu lalu dikisaran Rp12.000 perkilo, kina turun menjadi Rp10.000/kilo. Yang lain semua masih aman terkendali,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Barito bernama Ansari saat di temui media ini, mengaku was-was jika musim kemarau masih melanda negeri ini. Ia mengaku harga cabe nona pada pekan ini juga ikut mengalami kenaikan dari Rp90 ribu menjadi Rp100 ribu per kg. Sementara harga tomat masih rata-rata  dari Rp12 ribu per kg.

“Harga sejumlah komoditas ini mulai naik sejak sekitar satu minggu terakhir. Hanya bawang putih yang masih stabil di harga Rp50 ribu per kilogram,” kata Ansari saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, sebagian besar komoditas yang dijual di Pasar Barito didatangkan dari Manado, Sulawesi Utara. Namun, berkurangnya stok dari daerah pemasok diduga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

Ia mengaku para pedagang kini lebih berhati-hati dalam memesan barang karena khawatir harga sewaktu-waktu kembali turun.

“Kalau di sana harga naik, kami juga tidak berani pesan banyak. Takutnya nanti harga turun sementara kami sudah beli dengan harga mahal. Ini belum tahu akan berlangsung sampai kapan, tergantung pasokan dari Manado,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dirasakan Nurain, pedagang lainnya di Pasar Barito. Ia mengatakan harga bawang merah yang sebelumnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kg kini telah mencapai Rp70 ribu per kg. Sementara harga bawang putih masih relatif stabil di angka Rp50 ribu per kg.

Tak hanya itu, harga cabai keriting turut mengalami kenaikan dari Rp75 ribu menjadi Rp90 ribu per kg. Sedangkan harga tomat yang sebelumnya sekitar Rp10 ribu per kg kini ikut merangkak naik.

“Penyebab pastinya kami juga tidak tahu. Mungkin karena stok berkurang, sebab biasanya komoditas ini didatangkan dari Manado,” katanya.

Para pedagang berharap harga kebutuhan pangan dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.

Berikut ini tabel kebutuhan pokok masyarakat di pasar umum Kota Ternate:


Reporter: Nurni Abdullah

nama-iklan

Komentar