IRGC Lancarkan Gelombang ke-45 Operasi True Promise 4 Gunakan Rudal Berbahan Bakar Padat

Timur Tengah19 Dilihat

Teheran – Korps Garda Revolusi Islam mengumumkan peluncuran gelombang ke-45 Operasi Janji Sejati 4 terhadap target Amerika dan Israel sebagai tanggapan terhadap agresi teroris AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran. 

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (13/3/2026) sore, IRGC mengatakan bahwa rudal Kheybar Shekan berbahan bakar padat dan presisi telah digunakan dalam operasi ini.

Laporan itu juga mencatat bahwa operasi tersebut dilakukan berkoordinasi dengan Angkatan Laut IRGC serta unit-unit drone dari Angkatan Darat Iran, IRGC, dan Hizbullah Lebanon.

Penghancuran infrastruktur komando utara Zionis yang menduduki wilayah tersebut dan titik-titik berkumpul pasukan Amerika—menyusul peringatan untuk meninggalkan wilayah itu—telah menjadi tujuan strategis paling menonjol dalam rancangan operasi ini, menurut pernyataan terpisah yang dirilis oleh IRGC.

Target-target di Haifa, Caesarea, pemukiman Zarit dan Shlomi, serta kompleks industri militer Holon, dihantam oleh drone Hizbullah dan rudal antariksa IRGC, tambah laporan itu.

Sementara itu, titik-titik berkumpul pasukan agresor Amerika, termasuk pangkalan Al-Dhafra dan Erbil, telah diidentifikasi dan dibombardir secara besar-besaran oleh rudal dan drone Angkatan Laut dan Angkatan Darat IRGC, menurut pernyataan tersebut.

“Kebodohan musuh-musuh agresor dalam membom area yang berdekatan dengan demonstrasi Hari Quds Internasional di Teheran, dan respons bersejarah yang kuat dari para peserta, mengungkapkan gambaran sebenarnya dan bersejarah tentang ‘agresi’ dan ‘perlawanan’ kepada semua orang,” tambah pernyataan itu.

“Bangsa Iran yang tangguh menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi musuh teroris dengan kekuatan, bahkan di jalanan,” catat IRGC.

Foto dan video yang dibagikan dari wilayah pendudukan menunjukkan bahwa rudal telah mengenai sasaran dan menembus sistem Iron Dome yang selama ini digembar-gemborkan.

Sebelumnya pada hari Jumat, Angkatan Darat Iran mengatakan telah melakukan serangan drone besar-besaran terhadap markas besar pasukan pendudukan Israel di wilayah Beersheba.

Ditambahkan pula bahwa sejak Jumat pagi, Tentara Iran telah menargetkan markas besar pasukan pertahanan rezim Israel di wilayah pendudukan di Beersheba menggunakan drone yang berpatroli dari berbagai bagian negara tersebut.

Amerika Serikat dan Israel memulai babak baru agresi militer ilegal terhadap Iran pada 28 Februari, sekitar delapan bulan setelah mereka melakukan serangan tanpa provokasi terhadap negara tersebut.

Iran telah melakukan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel dan AS dengan rudal dan drone yang berhasil menghantam target di wilayah pendudukan Israel serta aset militer AS di negara-negara regional.


Sumber: Presstv.ir

nama-iklan

Komentar