Kapolda Pimpin Gelar Pasukan Jelang Idulfitri di Maluku Utara

Ternate – Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) 2026 dengan sandi Kie Raha 2026 di Maluku Utara resmi dimulai selama 13 hari terhitung dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi Ketupat 2026 di Maluku Utara tersebut, ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Catur Prasetia Polda Maluku Utara di Kota Sofifi, Kamis, 12 Maret 2026.

Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono, menyatakan apel gear Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) 2026 ini, dilakukan secara serentak di seluruh Polda di Indonesia sehingga Polda Maluku Utara menyiapkan 835 personel untuk melakukan pengamanan dalam operasi Ketupat.

“Selain itu 2/3 kekuatan tetap melaksanakan tugas rutin tetap. Jadi sewaktu-waktu operasi ini membutuhkan kekuatan, maka personel 2/3 ini dilibatkan,” ucap Irjen Waris.

Kapolda juga mengaku, operasi Ketupat Kie Raha 2026 ini telah dibangun 69 pos, yakni pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di beberapa titik yang dianggap rawan.

“Jadi pos terpadu bakal dibangun setiap Polres jajaran di kabupaten dan kota dan satu di Kota Sofifi. Sehingga total 11 pos terpadu,” ujarnya.

Irjen Waris menyatakan, operasi Ketupat Kie Raha yang dilaksanakan tersebut terfokus fokus pada empat sasaran, yakni orang, barang, kegiatan dan tempat.

“Orang itu adalah pemudik dan pelaku usaha. Kemudian barang adalah barang berbahaya dan ilegal lainnya. Sementara tempat adalah tempat ibadah serta tempat-tempat keramaian lainnya dan kegiatan adalah takbiran dan lainnya,” ucapnya mengakhiri.


Sumber: RRI Ternate

nama-iklan

Komentar